Please wait...

KALAU NYERI JANGAN GALAU Oleh : dr. Kinanti Sekarsari, Sp.N RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Mei 16, 2019 0

Kenali jenis nyeri. Nyeri itu pada prinsipnya adalah pengalaman subjektif dan emosional yang dirasakan manusia. Menurut Prof Lucas Meliala, SpS (K), nyeri itu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan baik aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut.
Mengenai sensorik dan emosional setiap orang berbeda-beda satu sama lain. Faktor emosional sangat berpegaruh denagan persepsi nyeri yang dirasakan masing-masing orang. Untuk mengenal lebih jauh mengenai nyeri, berikut kami jabarkan jenis dan gejala nyeri :
1. Nyeri Nosiseptif
Stimulasi singkat, tidak timbul kerusakan jaringan berat. Misal : kita secara tidak sengaja kaget dikarenakan kesetrum listrik atau ketusuk paku
2. Nyeri Inflamatorik
Yang disebabkan stimulasi kuat, kerusakan jaringan atau proses peradangan, dapat bersifat spontan atau berguna untuk proses penyembuhan. Misal : nyeri pinggang, nyeri leher, peradangan sendi. Dan memiliki ciri khas sepeerti pegal (rasa nyeri yang bersifat tumpul)
3. Nyeri neuropatik
Disebabkan adanya kerusakan disistem saraf tepi atau pusat. Keadaan nyeri neuropatik ini banyak juga ditemukan pada kondisi diabetes melitus. Misal : tertusuk-tusuk, terbakar, kebas, kesemutan
4. Nyeri Fungsional
Adalah peningkatan sensitivitas terhadap berbagai stimulus dahulu dikenal dengan nyeri psikogenik
Bagaimana untuk melakukan penilaian tentang nyeri ? nyeri adalah suatu pengalaman individual, sehingga penilaian nyeri juga bersifat subjektif atau individual. Ada beberapa alat untuk mengukur derajat keparahan nyeri seperi VAS (Visual Analog Scale). Jika nyeri 1-3 dianggap ringan, jika skor nyerinya 4-6 dianggap nyeri sedang, dan jika skor nyerinya 7-10 dianggap nyeri berat.
Setelah tau cara menilai derajat nyeri, maka kita harus tahu kapan nyeri dianggap berbahaya. Nyeri diangap berbahaya jika ada 8 hal yaitu : trauma, unexplained wight loss, neurologic symptoms, age >50, fever, intravenous drug use, steroid use, and history of cancer. Untuk melakukan managemen nyeri sehari-hari bisa dilakukan misalnya habis jatuh/cedar bisa dikompres, atau bisa juga diberikan paracetamol 500 mg atau obat-obatan sejenis NSAID misal Natrium Diklofenak, Asam Mefenamat. Dengan catatan untuk kondisi penyakit maag dan jantung harus mendapatkan pendampingan dari dokte jika ingin memakai obat sejenis NSAID.
Bagaimana penanganan pada nyeri leher? Untuk nyeri leher jika memang lebih dari 6 minggu sudah diberi obat antinyeri bisa dikonusltasikan ke dokter spesialis saraf untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemanasan sebelum olahraga secara efektif bisa mengurangi nyeri pasca excersise. Psikogenik pain termasuk didalam fungsional pain. Sebelum dilakukan penanganan hendaknya diberikan assesmen dulu ada atau tidaknya faktor kecemasan atau depresi pada pasien dengan tools yang ada. Setelah itu baru bisa dilakukan tindak lanjut penanganan dengan farmakologis atau non farmakologis seperti hypnoterapi.
Kondisi pelupa memang banyak faktor yang bisa mencetuskan. Perlu digali ulang faktor penyebab apa yang menyebabkan mengalami kepikunan. Kondisi kepikunan atau gangguan kognitif ada yang bisa disembukan dan ada pula yang membutuhkan proses terapi dan rehabilitasi lebih lanjut.
Kondisi OA paling banyak dialami di sendi-sendi besar, jika beberapa sendi kecil yang terlibat drngan peradangan yang nyata, bisa kearah reumatoid artitis atau mungkin masih banyak juga penyebab nyeri sendi yang lain. Pemeriksaan rontgen atau USG bisa dijadikan pilihan untuk melihat kondisi sendi. Selain itu pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mencari penyebab peradangan sendi tersebut. Kondisi nyeri boyok karena HNP bisa mengganggu aktifitas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk kondisi nyeri terhadap HNP. Fisioterapi salah satunya. Selain itu, olahraga renang juga bisa membantu, tetapi tetap harus dengan pengawasan dokter sejauh apa derajat HNP. Pilihan terapi injeksi epidural dengan teknik C-Arm juga dapat dijadikan pilihan. Tindakan operatif dilakukan jika gejala HNP sudah menyebabkan gangguan neorologis yang berat.
Neuralgia trigeminal adalah penyakit saraf yang ditandai oleh rasa nyeri hebat pada wajah, serasal dari saraf trigeminus atau saraf ke V. Biasanya nyeri bersifat tajam, seperti tersayat, tertusuk-tusuk sampai panas terbakar. Rasa nyeri akan diperburuk oleh sentuhan, suhu dingin, serta gerakan mengunyah, menyikat gigi. Sebagian besar pasien mengalami nyeri di sudut mulut sampai rahang bawah dan pada daerah bibir atas sampai sekitar mata. Penyebab neuralgia trigeminal paling sering adalah adanya penenkanan pada saraf trigeminus, misal bisa terjadi pasca tindakan pencabutan gigi, trauma saraf wajah, infeksi virus herpes, tetapi ada juga yang tidak diketahui penyebabnya. Untuk menegakkan diagnosa neuralgia trigeminal biasanya dokter akan melakukan anamnesis (pertanyaan tentang histori penyakit), pemeriksaan penunjang lain seperti MRI dll untuk memastikan penyebab neuralgia trigeminal. Selanjutnya dokter saraf akan memberikan terapi yang sesuai dengan penyebab neuralgia trigeminalnya.

Rumah Sakit UII

Rumah Sakit UII adalah rumah sakit di Yogyakarta yang mempunyai layanan yang berfokus pada pasien, sehingga pasien adalah yang utama.

Jl. Srandakan Km. 5,5, Pandak, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55761

Jam Operasional

  • IGD Buka 24 Jam

Pelayanan Rawat Jalan

  • Senin - Minggu, Jam 08.00 - 21.00 WIB

Kontak

  • (0274) 2812-999
  • Email : contact@rsuii.co.id

Peta Lokasi

Copyright © Rumah Sakit UII Yogyakarta