Please wait...

PENTINGNYA MEDICAL CHECK-UP Oleh: dr. Nuur Naafi Ulloh, M.Sc., Sp.PK (Disampaikan dalam Health Talk Telegram RS UII Tanggal 16 April 2019)

Mei 6, 2019 0

Kesehatan mahal harganya, tetapi ketika sakit bisa lebih mahal lagi biayanya. Karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebagai langkah pencegahan, medical check-up dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini. Medical check-up diperlukan oleh perempuan dan laki-laki, baik anak muda maupun orang lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check-up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.
Apakah Medical Check-up itu?
Medical check-up atau pemeriksaan kesehatan berkala adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkala. Melalui pemeriksaan ini diharapkan suatu penyakit atau gangguan kesehatan bisa dideteksi sejak dini. Pemeriksaan ini sekaligus berguna untuk merencanakan metode penanganan dan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang.
Saat medical check-up, pasien akan menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (seperti tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi dan pernafasan), pemeriksaan fisik oleh dokter, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan-pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter setelah hasil medical check-up selesai. Dokter dapat mengarahkan pasien untuk melakukan tindak lanjut terkait hasil yang ditemukan.
Indikasi Medical Check-up
Walau tidak diwajibkan, medical check-up telah menjadi pemeriksaan kesehatan rutin. Pasien dapat berkonsultasi kepada dokter kapan saja dan tidak perlu menunggu sampai timbulnya penyakit atau menurunnya kondisi kesehatan. Medical check-up secara rutin dapat meningkatkan peluang untuk tetap sehat dan memiliki usia yang lebih panjang.
Berikut ini adalah tujuan medical check-up secara rutin ke dokter:
Mengetahui kondisi kesehatan terkini guna mempersiapkan bentuk penanganan secara dini jika ditemukan adanya penyakit atau gangguan kesehatan.
Mengetahui risiko-risiko penyakit yang mungkin bisa muncul di kemudian hari.
Mendorong pasien untuk beralih ke gaya hidup sehat.
Bagi yang bekerja dengan adanya risiko Penyakit Akibat Kerja (PAK), biasanya perusahaan akan menyediakan fasilitas ini dan MCU akan dilakukan tiap tahun. Paket MCU yang diambil juga menyesuaikan dengan risiko pekerjaan yang ditemui di lapangan. Sebagai contoh, pekerja tambang batu bara yang bekerja di conveyor di mana mengalami risiko penurunan pendengaran dan juga risiko gangguan pernafasan, maka dalam paket MCU nya sebaiknya dilakukan pemeriksaan pendengaran berupa audiometri dan juga pemeriksaan pernafasan berupa spirometri. Jika dalam perusahaan tersebut terdapat dokter perusahaan, maka dokter tersebut yang akan melakukan review hasil MCU.
Persiapan Medical Check-up
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum medical check-up. Pasien disarankan untuk membawa data medis penting, seperti foto Rontgen atau hasil dari pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya pernah dilakukan. Tanyakan juga kepada dokter atau paramedis mengenai perlunya puasa sebelum melakukan pemeriksaan.
Sebelum rangkaian pemeriksaan dilakukan, akan diberikan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada kondisi kesehatan saat ini dan yang terdahulu. Berikan daftar obat, suplemen, atau herba yang sedang dikonsumsi.
Secara umum, berikut ini bisa menjadi daftar hal-hal yang diperiksa melalui medical check-up.
Berat Badan
Indeks masa tubuh (body mass index/BMI) yang tidak normal dapat memicu berbagai penyakit. Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, dan lain-lain. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Sebenarnya BMI dapat dihitung sendiri di rumah. Caranya: berat badan (kg) / tinggi (m)2. Untuk kategorinya:
Underweight : <18,00 kg/m2
BMI normal : 18,00 – 24,99 kg/m2
Overweight : 25,00 – 29,00 kg/m2
Obesitas : >30,00 kg/m2

Gula Darah
Pemeriksaan gula darah dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan terkait kencing manis. Dahulu disarankan untuk mereka yang berusia > 45 tahun, namun dengan adanya pergeseran trend penyakit akhir-akhir ini maka pemeriksaan ini juga direkomendasi dilakukan terutama yang memiliki risiko seperti keturunan kencing manis.
Pemeriksaan gula terdiri dari gula sewaktu, puasa dan dua jam setelah makan. Namun untuk medical check-up, yang sering dilakukan adalah gula puasa dan gula dua jam sebelum makan. Sebelum melakukan tes, disarankan berpuasa selama 8-10 jam. Tes gula darah puasa akan menunjukkan salah satu hasil berikut:
Normal: 70-100 mg/dL
Pra diabetes: 100-125 mg/dL
Diabetes: ≥ 126 mg/dL
Kolesterol
Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke. Kolesterol normal adalah sebagai berikut:
Kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL) sebaiknya di atas 60 mg/dL.
Kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) sebaiknya di bawah 100 mg/dL.
Trigliserida sebaiknya kurang dari 150 mg/dL.
Total kolesterol sebaiknya di bawah 200mg/dL.
Jika Anda gemuk, mengidap diabetes atau hipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke dalam keluarga, merokok, tes ini bisa dimulai dari usia 20 tahun dan perlu lebih sering. Sebelum melakukan pemeriksaan, disarankan berpuasa 8-10 jam.
Kesehatan Jantung
Jantung merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Tes dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Dengan tes ini dapat dideteksi adanya detak jantung tidak normal atau gangguan lain seperti pembuluh darah yang tersumbat. Tes ini dilakukan jika Anda mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri di bagian dada atau jantung berdebar. Jika hasil EKG menunjukkan hal yang tidak wajar atau harus dilakukan tindak lanjut, dokter jantung akan merekomendasikan adanya tes stress (stress test), yakni dipasang alat seperti EKG di dada tapi sembari melakukan treadmill. Hal ini untuk melihat kondisi jantung saat beraktifitas. Seperti diketahui, serangan jantung banyak terjadi saat kita dalam kondisi beraktifitas.
Mata
Periksakan mata setiap 1-2 tahun terutama jika Anda mengalami masalah penglihatan. Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi:
Retinopati, kerusakan pembuluh darah di belakang mata misalnya akibat diabetes.
Glaukoma, kerusakan saraf optik serta meningkatnya tekanan mata.
Katarak, mata berkabut.
Telinga
Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.
Gigi
Tidak ada seorang pun yang terbebas dari plak dan karang gigi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan gigi rutin tiap 6 bulan sejak dini untuk mendeteksi kondisi-kondisi seperti abses atau bengkak bernanah akibat infeksi, kerusakan di antara gigi, kerusakan tulang rahang, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atau tumor. Jika ditemukan karang gigi, dokter akan membersihkannya atau scaling.
Kesehatan gigi ini sering sekali disepelekan, namun berawal dari sakit gigi sebenarnya bisa menimbulkan penyakit yang lain. Adanya gigi berlubang, bisa menyebabkan bakteri Streptococcus β-hemolyticus group B untuk berkembang dan jika masuk ke aliran darah dapat menyebabkan gangguan jantung dan ginjal.
Paru
Seberapa banyak seseorang merokok bisa diukur dengan jumlah smoking pack-year. Angka smoking pack-year seseorang diukur dengan mengalikan jumlah bungkus rokok yang dikonsumsi per hari dengan jumlah tahun dia merokok. Jadi contohnya, seseorang yang menghabiskan 2 bungkus rokok tiap hari selama 4 tahun, dia disebut mempunyai 8 smoking pack-year. Berikut beberapa risiko yang dimiliki perokok berat dan pemeriksaan yang dibutuhkan.
Penyakit paru obstruktif kronik (COPD), memerlukan tes fungsi paru-paru yang mengukur jumlah udara dalam paru-paru, kecepatan masuk dan keluar udara, serta menggunakan X-ray pada bagian dada.
Kanker paru, memerlukan CT scan. Orang usia 55-80 tahun dengan 30 smoking pack-year atau lebih dan masih aktif merokok atau baru berhenti dalam 15 tahun terakhir, serta siapa pun yang memiliki risiko kanker paru setelah berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya melakukan pemeriksaan ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Rumah Sakit UII

Rumah Sakit UII adalah rumah sakit di Yogyakarta yang mempunyai layanan yang berfokus pada pasien, sehingga pasien adalah yang utama.

Jl. Srandakan Km. 5,5, Pandak, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55761

Jam Operasional

  • IGD Buka 24 Jam

Pelayanan Rawat Jalan

  • Senin - Minggu, Jam 08.00 - 21.00 WIB

Kontak

  • (0274) 2812-999
  • Email : contact@rsuii.co.id

Peta Lokasi

Copyright © Rumah Sakit UII Yogyakarta