Please wait...

TIPS PENANGANAN ANAK DEMAM DIRUMAH Oleh : dr. Utami Dewi, Sp.A Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia

Mei 16, 2019 0

Selamat pagi ayah dan bunda. Akhir-akhir ini cuaca tidak menentu, sering menyebabkan gangguan kesehatan berupa demam, batuk, pilek terutama pada anak-anak dan balita. Demam sering menyebabkan kekhawatiran orangtua karena anak menjadi rewel, gelisah, sulit t idur bahkan kejang pada anak-anak yang rentan.
Didalam tubuh sebenarnya terjadi pengaturan suhu tubuh melalui pengaturan keseimbangan produksi panas (thermogenesis) dan kehilangan panas (heat loss/thermolisis). Pembentukan panas karena metabolisme basal, aktifitas otot (seperti menggigil, olahraga), efek hormon tiroid dan epinefrin terhadap sel. Kehilangan panas tubuh dapat terjadi melalui radiasi, evaporasi (penguapan dari kulit yang tidak kita sadari), konduksi (penghantaran suhu ke benda padat yang bersentuhan dengan kulit) dan konveksi (turunnya suhu kulit karena aliran udara dingin).
Lalu, bagaimanakah pengaturan suhu tubuh? Di kulit terdapat reseptor suhu (thermoreseptor) yang akan menerima rangsang dari lingkungan kemudian induksi saraf diteruskan ke pusat pengaturan panas yang ada di area pre optik hipothalamus. Kemudian terjadi perintah untuk menaikkan atau menurunkan suhu kulit. Untuk menaikkan suhu tubuh, terjadi respon berupa : menggigil, kulit menjadi pucat (vasokontriksi), selera makan meningkat, perubahan perilaku (seperti mencari selimut). Sedangkan untuk menurunkan suhu tubuh, maka dapat terjadi berkeringat, kulit menjadi kemerahan, selera makan berkurang, serta melakukan upaya mendinginkan tubuh seperti dengan cara mencari kipas angin.
Sebenarnya demam itu apa sih ? pengertian demam (pireksia), adalah peningkatan suhu tubuh di atas fluktuasi harian yang normal, hal ini diakibatkan oleh peningkatan sel point suhu tubuh. Untuk praktisnya, yang disebut demam, apabila:
1. Suhu > 38°C (rektal)
2. Suhu > 37,5°C (ketiak)
3. Suhu >37,8°C (oral)
4. Suhu >38°C (telinga/membran timpani)
Saat ini telah beredar berbagai alat pengukur suhu (termometer)
1. Termometer kaca/merkuri
Untuk mengukur suhu, sebelumnya harus digoyangkan agar puncak air raksa dibawah angka 36. Tidak boleh digunakan di bawah lidah dan dapat berbahaya pada suhu sangat tinggi karena air raksa dapat tumpah. Termometer raksa juga tidak boleh dibuang sembarangan karena air raksa dapat membahayakan lingkungan.
2. Termometer elektronik
Dapat memberikan pembacaan suhu <60 detik, paling akurat digunakan untuk sublingual. Mekanisme pembacaan suhu melalui sensor di ujung termometer yang bersentuhan dengan kulit
3. Termometer membran timpani
Alat ini mengukur suhu melalui pancaran infra red dari dalam telinga. Alat ini cocok untuk bayi dan anak kecil, karena pembacaan cepat < 2 detik.
Demam, sering menyebabkan kekhawatiran orang tua yang berakibat terjadi penggunaan obat penurun panas yang berlebihan. Pemberian obat turun panas diberikan untuk menghilangkan ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh demam, tidak terjadi gangguan neorologis seperti gelisah, mengigau, bahkan halusinasi. Selain obat, dapat dilakukan upaya-upaya seperti :
1. Mengurangi ketidaknyamanan pasien. Misal dengan memeluk bayi/anak
2. Melonggarkan baju, gunakan baju yang tipis agar memudahkan pembuangan panas
3. Menambah asupan cairan baik dari minuman, kuah sayur, jus buah
4. Kompres air hangat di dahi, ketiak, lipat paha, atau mandi dengan air hangat
5. Waspada tanda bahaya seperti : anak cenderung mengantuk/sulit dibangunkan, terjadi kejang, tidak mau minum
6. Melakukan pemantauan suhu tubuh, dengan mencatat kapan mulai demam, ukur suhu berkala (tiap 4 jam), catat jam pemberian obat penurun panas

Sebetulnya kapan anak yang demam harus dibawa periksa ke dokter?
1. Bila demam berlangsung terus menerus sampai melampaui suhu >40,5°C
2. Demam berlangsung melebihi 48-72 jam
3. Bayi berusia < 3 tahun dengan suhu rektal > 38°C
4. Demam disertai kejang/gangguan neorologis lain
Untuk pertolongan pertama dirumah, pengobatan yang disarankan dengan pemberian obat penurun panas golongan paracetamol.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Rumah Sakit UII

Rumah Sakit UII adalah rumah sakit di Yogyakarta yang mempunyai layanan yang berfokus pada pasien, sehingga pasien adalah yang utama.

Jl. Srandakan Km. 5,5, Pandak, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55761

Jam Operasional

  • IGD Buka 24 Jam

Pelayanan Rawat Jalan

  • Senin - Minggu, Jam 08.00 - 21.00 WIB

Kontak

  • (0274) 2812-999
  • Email : contact@rsuii.co.id

Peta Lokasi

Copyright © Rumah Sakit UII Yogyakarta